Siapa Penemu Sepakbola?

Diposting pada


Sepakbola sementara ini sanggup dikatakan sebagai tidak benar satu olahraga paling tenar di dunia dibanding olahraga lainnya. Sepakbola merupakan olahraga yang dimainkan oleh dua tim yang masing-masing tim berjumlah 11 orang.

Hingga sementara ini asal usul perihal sepakbola tetap menjadi misteri, banyak sejarawan yang mencoba menelusuri siapa yang pertama kali menemukan atau bermain sepakbola.

Siapa Penemu Sepakbola?
Untuk paham siapa penemu dari sepakbola dan bagaimana sejarah sepakbola, maka lebih-lebih dahulu kami akan membagi lebih-lebih dahulu asal usul dari sepakbola menjadi dua bagian. Yang pertama adalah zaman sekitar 4.500 yang lantas dan kemudian zaman modern.

Sepakbola di Zaman Kuno
Beberapa artifak peninggalan menceritakan bahwa sepakbola telah dimainkan sejak di zaman Maya Kuno, Mesir kuno, Cina Kuno dan Romawi.

Sepakbola Bangsa Mesir Kuno
sekitar 2.500 SM, Orang mesir kuno memanfaatkan bola yang terbuat dari bahan linen. Bola ini ditemukan pada sebuah makam kuno peninggalan bangsa mesir kuno. Mereka juga memanfaatkan bahan dari usus binatang atau kulit binatang didalam membawa dampak bola bersama target tingkatkan pantulan bola.

Para arkeolog berpendapat bahwa orang mesir kuno memainkan permainan layaknya sepakbola saat merayakan pesta kesuburan yaitu sinyal rasa sukur mereka atas panen yang melimpah.

Sepakbola Bangsa Maya Kuno

Sepakbola Bangsa Maya sanggup dikatakan sebagai olahraga kematian. Sebab Pemain yang menang akan diakui sebagai pahlawan dan yang kalah akan hadapi nasib jelek berwujud kematian. Mereka akan dijadikan tumbal untuk dibunuh dan dikorbankan kepada dewa layaknya keyakinan bangsa Maya sementara itu demi kesuburan dan mendapat keberkahan.Permainan sepakbola bangsa Maya telah tersedia sejak 3000 th. yang lantas atau sekitar 1400 SM. Manuskrip bernama Popol Vuh menggambarkan bagaimana permainan sepakbola bangsa Maya.

BACA :  Penemu Permainan Bola Basket РJames Naismith
Dalam permainan sepakbola ini, Suku Maya memanfaatkan bola yang terbuat dari karet bersama diameter sekitar 20 inci. Olahraga ini dimainkan didalam sebuah arena yang dindingnya terbuat dari batu disisi kiri dan kanan bersama ukuran lapangan dari 34 mtr. hingga yang terbesar 139 meter.

Di dinding selanjutnya terdapat digantung sebuah batu berwujud cincin. Para pemain hanya boleh memanfaatkan pinggul dan paha untuk mengusahakan memasuk bola ke didalam lubang cincin batu tersebut. Tanpa boleh menyentuh tangan. Pertandingan kebanyakan berakhir saat tersedia pemain yang sukses memasukkan bola ke didalam cincin batu tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *